Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Taqilla Ethnic’ Category

Tenun adalah sebuah perjalanan.
Sungguh panjang kisah perjalanan selembar kain tenun. Bermula dari pembentukan serat benang, entah dari ulat sutera atau buah kapuk, kemudian dipilih sebagai calon benang yang masih menggumpal-gumpal, lalu dipintal menjadi gulungan yang masih harus dicelup ke dalam bahan pewarna. Dari sana, secara presisi, bertautlah ia pada lungsi. Bila telah kokoh, barulah benang dari arah lain beranyaman dengannya dengan ritme tertentu sehingga (berbulan-bulan kemudian) menjadi selembar kain yang indah.
Panjang, namun semuanya harus dilalui untuk mencapai sebuah keindahan, yang seharusnya tak sekedar dinilai dengan materi. Pada selembar kain itu ada keringat seseorang, ada kulit yang pecah terbakar pewarna, ada mata rabun yang lelah dipaksa teliti, ada otot yang kaku karena berjam-jam menunduk memangku lungsi, dan banyak tangan lainnya yang bergantung pada seutas benang yang tipis. Melelahkan, namun sering kali terlupakan.

Tenun adalah harapan.
Penenun tradisional bukanlah orang yang sehari-hari menenteng tas mahal dan hp terbaru. Bukan orang yang mondar-mandir mengendarai mobil mewah dan berpakaian indah nan wangi. Para ahli tenun itu adalah orang-orang yang berharap dari selembar kain yang dibuatnya dapat memberi harapan baru bagi anak-anak mereka. Harapan akan kepastian tersedianya makanan di atas meja, harapan akan tersedianya pakaian yang layak untuk dipakai, lalu barulah harapan akan sekolah untuk menggapai hidup (yang konon) dapat menjadi lebih cerah.

Tenun adalah identitas.
Di tengah wacana pluralisme yang sedang marak dibicarakan orang, tenun hadir dengan fungsinya sebagai salah satu simbol entitas sebuah suku bangsa di Indonesia. Tidak seperti batik yang didominasi oleh hasil karya anak Jawa, tenun tersebar di seluruh Nusantara, dari Sabang hingga Merauke. Orang dengan mudah membedakan tenun Sumbawa dengan ulos Batak, songket Padang dengan sarung Samarinda. Ragam hias yang teranyam pada setiap lembar kain menunjukkan persepsi setiap suku bangsa terhadap alam dan kehidupan. Tenun adalah bukti otentik catatan harian nenek moyang tanah air kita.

Tenun adalah peradaban.
Tenun telah hadir di kehidupan manusia barangkali sejak peradaban kita pertama kali lahir di bumi ini. Entah dari mana manusia penenun pertama mendapatkan idenya, mungkin dari laba-laba atau dari burung yang menganyam sarangnya. Namun yang pasti, sejak saat itu manusia telah berhasil menciptakan berjuta kreasi turunan dari keahlian tersebut.
Tenun telah menjadi komoditas bangsa, dan telah menjadi kekayaan peradaban Nusantara yang tak terhingga nilainya, sehingga sejatinya, para pengrajin mendapatkan gelar konservator budaya yang harus kita beri apresiasi dan penghargaan yang tulus.

Tenun adalah harmoni.
Pernahkah kita bayangkan bila benang-benang yang hendak ditenun itu bersilangan tak beraturan? Apa jadinya bila warna-warna berjajar tak bersusun? Berjalan tanpa rencana? Bahkan, akankah kita sebut ia sebuah karya tenun?
Tidak, teman, karena tenun adalah harmoni.
Seorang penenun tahu betul artinya sebuah organisasi, sebuah perencanaan, perhitungan, dan di atas segalanya ia menggunakan ‘rasa’ untuk menentukan ragam warna dan hias yang ingin ia tuangkan dalam karyanya.
Seorang seniman maestro mungkin saja memandang pengrajin tenun dengan sebelah mata, karena menurutnya mereka hanya melakukan pekerjaan berulang yang tidak orisinil. Tapi mungkinkah seseorang rela mengerjakan sesuatu begitu lama, selama berbulan-bulan, apabila tidak ada setetes pun jiwa yang ia tuangkan pada pekerjaan tersebut? Rasanya tidak. Penenun adalah seseorang yang penuh dedikasi, konsisten, sabar, dan penuh perhitungan.

Tenun adalah filosofi.
Harmoni yang tertuang dalam setiap lembar kain tenun mengandung makna yang apabila kita hayati, dapat memberikan pencerahan dalam kehidupan kita sebagai seorang anak bangsa.
Perhatikanlah, benang merah yang bertaut dengan benang kuning, yang hitam berjalin dengan yang emas. Adakah diantara mereka menimbun kawannya tanpa memberi kesempatan yang lain untuk memperlihatkan keindahannya? Dalam selembar kain tenun semua benang memiliki kesempatannya masing-masing untuk tampil, semuanya sadar akan kedudukan masing-masing, dan semuanya berjalin dengan serasi.
Semestinya selembar kain dapat mengajari kita cara menjalani hidup, baik sebagai anggota keluarga, organisasi, maupun bernegara. Darinya kita belajar untuk saling menghargai, bersabar, bekerjasama, dan berikatan. Tentram, tentram sekali rasanya.

Tenun adalah pelajaran tentang hidup.
Tenun adalah sepenggal dari perjalananku.
Aku, engkau, dan dia
akan membawa Indonesia ke tempat yang lebih baik.

Read Full Post »

poster kampanye tenun

In 2007, our country recorded the emergence of 48,000 industrial units and 800,100 new working force only to support batik trend. We believe, if tenun has the same chance, there will be a more significant economic impact, because tenun spreads all over Indonesia much more than batik.
So from now, put this is your mind: every purchase of tenun is one step closer to getting out of the crisis, and one step away from economic recession.

Once you make the decision to be part of this, you deserve yourself to be called a hero.

Taqilla Amani is proud to create ‘Weave Our Future’ campaign, with the intention to increase the appreciation of Indonesia’s local tenun.

Concept by Myrna Arifin. Words & Graphics by Keni K. Soeriaatmadja

Read Full Post »

Ethnic (part 1)

LizzyBAG Lizzy
( 2 Items : Bag & Mobile Pouch )
Material :  Genuine Leather – Hand Woven (Tenun) From NTT
Limited for 7 pcs only. ”  Made To Order ”
Price : 2.000.000 IDR

Vintage Rose

LAPTOP BAG Vintage Rose
( 2 Items : Bag & Laptop Sleeve )
Available Size : Up To 12″
Material :  Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From  NTT
Laptop Sleeve is ”  Made To Order ”
Price : 2.000.000 IDR/sets

The Bag is available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd fl – Jakarta

FatimaBAG Fatima
Material:  Suede – Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun)
Limited 1 piece only, ” Sold Out ”
Price : 750.000 IDR

ZahraBAG Zahra
Material:  Suede – Leatherlike – Hand Woven Fabric (Tenun)
Limited edition, 1 pc only, ” Made To Order ”
Price : 750.000 IDR

carambaBAG Caramba
Material :  Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT

Limited for 6 pcs only.

Price : 1.500.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

Read Full Post »

AranciaBAG Arancia
Material :  Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 4 pcs only
Price : 1.500.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

AuroraBAG Aurora
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 3 pcs only, ” Sold Out ”
Price : 1.500.000 IDR

gucioBAG Gucio
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 3 pcs only, ” Made To Order ”
Price : 1.500.000 IDR

TribalizeBAG Tribalize
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited  for 2 pcs only, ” Sold Out ”
Price : 1.500.000 IDR

volareLAPTOP BAG Volare
( 2 Items : Bag & Laptop Sleeve )
Available Size : Up To 12″
Material :  Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun)  From  NTT
Limited for 6 sets only
Laptop Sleeve is ”  Made To Order ”
Price : 2.000.000 IDR

The Bag is available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

Read Full Post »

fiorinaBAG Fiorina
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited edition, ” Sold Out ”
Price : 1.500.000 IDR

Fiorina purpleBAG Fiorina purple
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limted  for 4 pcs only
Price : 1.500.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

RaniaBAG Rania
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 8 pcs only, ” Made To Order ”
Price : 1.500.000 IDR

AmbaBAG Amba
( 2 Items : Bag & Mobile Pouch )
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Songket) From Lombok
Limited for 2 pcs only.
Price : 2.000.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd floor – Jakarta

EmpresBAG Empress
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Songket) From Lombok
Limited for 2 pcs only
Price : 1.800.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

Oceanic2BAG Oceanic
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 2 pcs only
Price : 1.200.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

VerdessaBAG Verdesa
Material : Genuine Leather – Hand Woven Fabric (Tenun) From NTT
Limited for 3 pcs only
Price : 1.200.000 IDR

Available at Alun Alun Indonesia – Grand Indonesia 3rd Floor – Jakarta

Read Full Post »

Lirik Lurik

lirik luring purpleLAPTOP BAG Lurik – Anggur
Material: Leatherlike – Hand Woven Fabric (Tenun) from West Java
Limited for 15 pcs only.
Price: 395.000 IDR

Available at Galeri Taqilla, Plaza Semanggi 1st floor #44, Jakarta

lirik lurik cabeLAPTOP BAG Lurik – Cabe
Material: Leatherlike – Hand Woven Fabric (Tenun) from West Java
Limited for 15 pieces only. ” Temporary Out of Stock ”
Price: 395.000 IDR

Available atGaleri Taqilla, Plaza Semanggi 1st floor #44, Jakarta

Read Full Post »